Senin, 17 Mei 2010

0 dan 1

Angka o dan 1,,apa makna di dalamnya? bisa saja ia bermakna kosong/hampa yang diwakili angka 0 dan ADA yang diwakili angka 1. Revolusi teknologi digital ternyata berasal dari angka ini, 0 berarti arus hilang, 1 arus masuk. Makna dalam kehidupan kita sehari-hari apa? Kehidupan telah bertutur kita berasal dari kehampaan, ketiadaan (0). Hanya dengan mengabdi padanya energi kehidupan ada dalam diri kita. Energi yang kita peroleh dari Yang Esa (1), tanpaNya, kita adalah entitas yang hampa, kosong. Jadi dipaksa atau tidak, kita akan selalu mencari energi yang menghidpkan kita (Tuhan, 1). Hanya perjalanan manusia kadang salah kaprah mengartikan angka 1 (energi kehidupan) ada pada benda-benda, jabatan, bukan Dia.

Ilmu fisika kuantum,telah sampai pada pemahaman bahwa benda padat yang kita lihat dari panca indera sebenarnya adalah sebentuk gelombang yang mampat. Sebagai gelombang, maka ia tidak lepas dari bagian terkecil dari anasirnya yaitu atom dan lebih detail lagi proton sebagai inti dan elektron yang mengitari inti. Antara proton dan elektron yang mengorbit, terdapat suatu ruang kosong yang pada masa lalu disebut dengan ether. Ruang kosong ini begitu mendominasi dari sebuah atom. Bahkan tata surya, galaksi, dan planet yang mengiringinya, ada banyak ruang kosong di antaranya. Artinya apa? semua benda yang kita kenal, pada hakikatnya adalah ruang kosong dan hampa, manusia juga demikian.

Jadi, mengapa kita selalu terpesona dengan hal yang bersifat kosong/hampa, mengapa terkadang benda-benda ini jadi sebuah parameter hidup, padahal hakikatnya mati. Terlalu berlebihan dengan hal diatas dan melupakan kehidupan yang sejati adalah kesia-siaan. Jadi jika hari ini kita merasa gelisah luar biasa, masuk dalam kehampaan yang menyakitkan, merasa sepi dalam keramaian, jangan-jangan kita sudah terlalu lama berjalan ke luar, menemui ruang kosong dan kehampaan, yang secara indera memang mempesona, gejala sakit secara spiritual (spiritual illness). Jalan satu-satunya adalah kembali menemuiNya tempat sumber kehidupan berada, tempat entitas sejati kita sebagai manusia berharga di mataNya. Saat kita berada disana,,,satu-satunya kalimat yang bisa kita ucapkan adalah: "terima kasih, semuanya telah sempurna". Indah bukan...:-)


Senin, 04 Januari 2010

Zero Point

Dalam situasi tertentu, pernah merasakan kehadiranNya? pernah memerlukan bantuanNya?. Kondisi kita hari ini, kaya,miskin,berlebih,kekurangan atau sedang-sedang saja, kita akan selalu mendambakan untuk merasakan getaran kasih sayangNya. Hidup seperti sebuah ruangan teramat besar, tanpa kita sadari ia penuh dengan sekat-sekat yang tak terlihat. Sekat itu seperti sebuah labirin yang secara kasat mata tak terlihat, namun kita merasakannya. Labirin yang teramat besar yang akan menuntun kita untuk bertemu denganNya kelak. Kita mungkin pernah merasakan benturan dengan sekat tersebut, kadang kita menyebutnya kepedihan, kesedihan, tidak bahagia, sakit, tawa, bahagia, kaya dll.
Kenapa hal yang disebut tersebut diatas disebut sekat? sebuah konotasi yang arahnya membatasi. Ya...kondisi itu memang bisa membatasi diri untuk mempertemukan denganNya. Bahkan dalam kondisi berlebihan secara materi, ia menjadi sekat yang makin menjauhkan kita padaNya. Namun kalau kita arif dan cerdas, ia adalah koridor yang akan membawa kita untuk menuju tangga yang makin tinggi, tangga-tangga kehidupan yang makin mendamaikan dalam mengarungi hidup. Kehidupan yang damai adalah kehidupan yang kita jalani penuh keikhlasan atas tugas-tugas kita di dunia. Kita dilahirkan ke dunia untuk membawa kebaikan bagi sesama dan alam sekitarnya. Kita akan selalu berkomunikasi dengan Beliau saat menuntaskan tugas itu.
Kadang, gemerlap dunia menjadi sekat yang makin menjauhkan kehadiranNya, sehingga Tuhan memberi kita rasa kekurangan dan ketakutan pada diri untuk mengingatkan kita agar berjarak(bukan menjauh) dengan hal yang bersifat memuja berlebih pada harta, materi. Bukankah tubuh kita terdiri atas ruh dan materi, saat berjarak dengan kebendaan, maka cahaya kehadiranNya terpancar.Ttitik nol(0) mungkin bisa mewakili hal ini. Nol adalah kosong, namun bukan tanpa isi, ia ada namun ia sunyi, menentramkan. Keajaiban peradaban manusia mungkin ditemukannya angka0, dalam urutan ia bukanlah awal bilangan, namun ia terakhir setelah 9. Maknanya ia adalah puncak kehidupan, namun ia juga awal sebuah pintu kearifan.
Saat kita ingin menaiki tangga-tangga kehidupan yang mendamaikan,akan dimulai dari 0, bukan dari 9 (simbol angka kejayaan). Ia adalah simbol situasi ketika kita merasa kekurangan, tak punya apa-apa. Ia simbol jarak kita dengan benda, namun makin mendekatkan kita denganNya. Ini adalah cara yang dipakai Tuhan untuk menyayangi kita. Karena bukankah pada situasi tersebut kita selalu mengharap kehadiranNya. Bukankah Tuhan pun akan tersenyum melihat ketulusan doa dan harapan kita ketika kita ada dalam situasi serba kekurangan, ketakutan. Sebab Tuhan tidak akan membiarkan ciptaan kesayanganNya untuk menderita. Situasi yang kita jalani adalah mekanisme yang rumit namun kita pahami, agar kita mengingatNya.
Hari ini, mungkin kita menapaki awal tahun, seperti menapaki dari angka nol, membawa harapan,impian yang penuh semangat untuk menyongsong hidup yang lebih baik. Apapun esok yang akan terjadi, kita tidak bisa pahami, yang bisa kita lakukan adalah menghargai hari ini dengan mengisinya dengan kerja yang membaikkan baik untuk diri dan sesama, dan semata-mata untuk Tuhan. Semoga ini akan membawa jalan yang penuh ketentraman untuk kita. Indah bukan!