
Ketika hari yang sedang kita jalani memberikan warna teramat buram dan mungkin malah menjadikan tetesan air mata kembali bergulir diantara wajah kesedihan, kemana kita akan mengadu kalau bukan kepada sang empunya waktu. Kehidupan yang telah, sedang dan yang akan kita lewati ternyata telah banyak menguras energi kita. Saat kita sedang gembira, energi kita terkuras habis untuk merayakannya, ketika sedih datang, kembali ia terkuras untuk meratapinya. Fluktuasi naik turun yang dialami terkadang membuat badan menjadi limbung seperti kehilangan pegangan. Yang jelas tanda-tanda limbung pun membenarkan kalau kita telah kehilangan pegangan. Pegangan yang menjadi landasan hidup pada tiap orang tidaklah sama, namun punya ciri sama yaitu ia haruslah kuat pada guncangan sebesar apapun. Sehingga kita yang berada di dekat dan saat tangan kita memegangnya, ia menjadi pelindung yang terbaik.
Kalau memang semuanya dikalahkan oleh waktu, siapakah yang mengalahkannya?ternyata waktu hanya bisa dikalahkan oleh kebijakan dan kebijakan hanya ada pada sang empunya waktu yaitu Tuhan. Jadi kekuatan paling sejati yang bisa kita jadikan sandaran adalah Beliau, selain itu bersifat relatif dan nisbi yang akan luruh dengan berjalannya waktu. Jadi apabila hari ini kita merasa disalah pahami oleh keadaan yang membuat hati kita limbung karena tidak sanggup untuk sementara menghadapi kenyataan, kemana kita akan berpegangan kalau bukan padaNya yang Maha Mengerti. Kehidupan, apapun adanya di depan kita, adalah sebuah proyek besar antara kita dengan Tuhan untuk memakmurkan dunia ini bagi kehidupan yang lebih baik. Jadi mestinya tidak ada kekuatiran dengan masa depan karena Beliau akan selalu mendampingi kita untuk bersama menjalaninya.
Setiap episode perjalanan manusia, orang per orang, memiliki jalan yang khas untuk bertemu denganNya kelak. Kehidupan yang dijalani terkadang memberi penawaran yang bagi kita teramat menggiurkan. Godaan-godaan untuk menjauhkan dariNya terkadang terasa keras seperti hempasan ombak. Sadar atau tidak, kita selalu mencari kekuatan untuk berlindung dari hempasan itu, tujuannya hanya satu, karena kita menginginkan sebuah perjalanan yang penuh damai, tentram. Kekuatan berlindung, apapun namanya, hal yang selalu kita pegang erat, kalau tidak , kehidupan yang berwarna akan membiaskan kita. Pegangan hidup, apapun bentuknya, hampir pasti akan selalu dicari manusia, karena sebuah fitrah, manusia yang lemah selalu mencari perlindungan yang kuat dari ancaman ketakutan yang berbentuk atau tidak.
Kita selalu percaya akan kekuatan Tuhan, sehingga menjadi terlupakan karena seringnya hal itu kita dengarkan. Dan jarang pernah mengetahui, dengan cara apa kekuatan Beliau hadir dalam keseharian kita. Saat di rumah ibadah, dengan takzim kita merendahkan diri dihadapanNya, begitu memasuki keseharian kita, ketakziman itu hilang tak berbekas dan kembali melakukan pertarungan untuk mengalahkan teman, sahabat dengan cara-cara yang tidak indah. Dan ketika malam datang, menyesal kita seolah itu diluar kehendak dan rencana, dan kita cemas karena telah melukai nurani diri sendiri. Kekuatan Beliau hanya bisa kita sadari saat seluruh aktifitas keseharian kita, selalu kita upayakan dalam upaya wujud pengabdian padaNya. Wujud pengabdian inipun bermacam-macam, seperti memuliakan keluarga dengan bekerja, memuliakan teman dalam pergaulan dan segala aktifitas yang kita lakukan untuk kebaikan, bukan saja ini dilakukan di tempat ibadah, namun di tempat dimanapun kita ada.
Ketika ini menjadi kebiasaan dalam ritme keseharian kita saat itulah kita memasuki cahayaNya, masuk dengan perasaan tenteram, damai, tidak ada kecemasan karena kita tahu Beliau akan selalu hadir di dekat kita. Beliau akan menuntaskan kesulitan kita saat kesulitan itu mencapai titik kulminasi usaha kita. Dalam upaya memasrahkan diri padaNya Beliau bekerja menghilangkan kesulitan, ketakutan itu dengan cara yang terkadang kita tidak sangka. Ketika ini menjadi bagian hidup keseharian kita, kehidupan seperti berubah wajah menjadi sebuah senyum yang teramat menawan. Ketika cahayaNya telah masuk dalam semua aktifitas dimanapun kita berada, sang waktu justru akan mendorong kita menuju puncak-puncak keindahan dalam kehidupan, seraya menunjukkan tentang makna sebuah kehidupan yang penuh dengan cinta. Ketika sampai disana, sebuah senyumpun sudah cukup sempurna bagi kita. Apalagi yang akan kita minta pada kalau semuanya telah menjadi sempurna, kecuali anggukan syukur yang diikutiderai air mata bahagia.
0 0 0 0 0 0 0
Tuban,1300609
Life with heart