Hari ini, mungkin kita mengalami siklus kehidupan yang telah menguras air mata, tak ada yang dapat dilakukan ketika telah sampai pada titik kulminasi kecuali hanya memohon padaNya agar ditunjukkan pintu keluarnya. Kesedihan adalah situasi hal yang ingin kita hindari dan kalau bisa tidak ingin bertemu lagi. Namun sebagaimana hidup telah menggariskan kalau kita akan sering berjumpa dengan wajah kesedihan disamping wajah membahagiakan. Kita tidak mampu memilih salah satunya. Yang mungkin harus dipahami adalah apa maksud kehidupan memberikan dua pilihan ini?
Wajah kesedihan, kita sering enggan membahasnya. Namun sebagaimana diketahui, tidak mungkin kita tertawa dengan lega sebelum tahu makna menangis. Demikian juga dengan wajah kesedihan yang datang menghampiri kita sering ia membawa sebuah pesan agar kita lebih menghargai dengan apa yang telah kita peroleh. Wajah kesedihan, sering menjadi pintu mencapai puncak kehidupan yang mengagumkan. Karena tidak ada yang dapat mencapai puncak kehidupan tanpa melewati pintu ini.
Jadi andai kita enggan dan menghindar bertemu, sama saja enggan menuju puncak kehidupan yang sering kita idamkan. Dan andai saat ini kita bertemu dengan wajah kesedihan, apakah salah kalau dikatakan ini kabar gembira, karena telah menemukan pintunya. Kalau hari ini kita merasa belum mencapai hal diatas, mungkin kita terlalu terpaku dengan pintunya, meratapinya seolah ia tembok kokoh yang tidak bisa dilewati. Yang harus dilakukan sebenarnya hanya tahu cara membukanya, bukan memandang pintu itu sehingga mengaburkan pandangan pada handlenya.Mungkin kita harus belajar kearifan ini, dan Tuhan memberikan kesempatan pada kita sebelum akhirnya kuat di puncak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar