Rabu, 29 April 2009

Hening

Darimanakah datangnya suara dan kemanakah ia perginya?pernahkah kita merenungkan hal ini? Kalau kita menyukai musik ataupun bunyi yang indah lainnya, kita pasti akan melihat suatu ritme tertentu dari suara/bunyi dan ada jeda diam diantaranya. Perpaduan nada tinggi rendah bunyi dan ada jeda diam atau sunyi akan terdengar indah di pendengaran kita. Suara/bunyi tadi seperti datang dari suatu tempat yang disebut sunyi kemudian ia terdengar dan kembali sunyi lagi. Dalam ritme tertentu ini bisa menimbulkan rasa ketentraman dalam hati kita. Pernah mendengar suara ombak atau gemericik air di pegunungan, atau mungkin suara desiran angin yang menggesek daun dan pepohonan. Cobalah untuk mendengarnya dengan seksama, ada semacam rasa damai di dalamnya.
Ritme bunyi-bunyian alam tadi kita dengar ada jeda sunyi. Semua suara yang kita dengar dan terasa indah pasti ada jeda sunyi. Jadi kemana suara-suara itu pergi kalau bukan menuju keheningan. Hening tidak saja menjadi bagian dari kehidupan kita, namun ia menjadi semacam rumah dari semua aktifitas kita sehari-hari. Ia menjadi semacam muara ketika penat, suntuk menghampiri kita. Keheningan memberi ruang tubuh dan batin untuk jeda dari aktifitas kita. Tidur, mungkin salah satu contoh diantaranya.Tidur membuat jeda tubuh untuk berada di keheningan dengan mengistirahatkan semua organ-organ tubuh didalamnya sebelum akhirnya terbangun dengan kondisi segar kembali.
Hati kita, sama dengan tubuh ini, perlu jeda untuk memasuki keheningan dimana ia bisa membersihkan kotoran dengan mengendapkannya. Kehidupan kita sekarang ini, mau tidak mau harus menerima kenyataan kalau hati sering menerima paparan ketidak pantasan, entah itu kita yang melakukan, atau kita menerimanya dari orang lain. Pernah merasa tidak nyaman dengan hati kita setelah melakukan hal yang tidak kita inginkan ?atau kita bersedih saat menerima hal yang menyedihkan hati kita dari orang lain. Memberikan ruang pada hati kita untuk sekedar mengendapkan masalah ini dengan memasuki keheningan, tidak saja akan meringankan beban kehidupan, namun disana memberi kesempatan hati untuk lebih menerima hidup dengan penuh keikhlasan, bukankah ini menentramkan.

Tidak ada komentar: