Pernahkah dalam suatu episode kehidupan anda, merasa kesepian? ada semacam ketidak berdayaan pada diri ketika kehidupan seolah berjalan bukan memberikan kebahagiaan namun malah memberikan semacam ketakutan yang tak terlihat. Merasa sendiri seolah hidup hanya menunggu hal yang tak wajar? tak wajar karena kita seperti tiba di tempat yang asing namun bukan tanpa kesunyian, ia bisa saja berupa gegap gempita kehidupan namun kita merasa asing tak akrab dengan situasi itu. Ah... jangan-jangan anda masuk dalam situasi keterasingan pada diri sendiri, situasi yang awalnya menyalahkan lingkungan namun tanpa disadari malah menyalahkan diri sendiri. Ada semacam kehampaan dan ketakutan akan waktu, semacam ketidak bergunaan diri sehingga membenci diri kita.
Kesepian adalah hal yang menakutkan bagi ego kita karena kita seolah berjarak dengan kehidupan. Padahal dalam jiwa yang hening, kesepian adalah pintu masuk jalan sunyi untuk lebih mengakrabi diri sendiri seraya bertanya; andai aku ada disini sendiri, siapakah yang menciptakan kesunyian ini? andai kesunyian terasa menakutkan, lantas dimana letak keheningan yang menentramkan? saat kita berdialog intens dengan diri, kita masuk kedalam situasi dimana muaranya adalah kedamaian. Mengapa? sebab semakin dikejar pertanyaan dan jawaban yang tiada habisnya,kita mencoba memasuki ujung dari kelembutan cahayaNya. Ada semacam ketentraman akhirnya.
Ketakutan akan kesepian mungkin pancaran ego pribdi yang menolak untuk melepas moment kehidupan dari kontrol kita. Mengapa kita tidak mencobanya untuk membiarkan sang waktu memberi pelajran pada kita tentang kepasrahan apapun situasinya. Pernahkah kita membiarkan diri mengalir mengikuti kelok sungai waktu tanpa kita harus tahu akan tiba dimana akhirnya? bagi yang belum mencoba akan terasa menakutkan ketika membiarkan diri menuju ke suatu tempat yang kita sendiri tak mengenalnya. Dimana muaranya berada? muara itu adalah batas kita dengan sang pencipta, dengan pernah berada di ujung cahayaNya, ada semacam perasaan kecil dihadapanNya, ada perasaan damai di benak dan hati, ada semacam rindu dendam yang tak terkatakan, ada semacam kehampaan namun penuh keharuan, aada semacam sepi yangteramat dalam namun itu menghangatkan. Tumpahkan disana segala perasaan kita tanpa harus malu tentang kenaifan kita, biarkan hati, mata, bersama menangis karena hanya Beliau-lah yang mampu memahami perasaan ini tatkala semua manusia mengecilkan diri kita.
Jadi, kalau hari ini perjalanan hidup anda merasa melambat setelah tadi siang bertarung habis-habisan untuk sebuah kemenangan namun dengan menafikan yang lain, malam ini kita tiba-tiba merasa apa yang dilakukan kita,kolega hanyalah kesia-siaan dan makin menambah kehampaan pada hati terdalam kemanakah kita akan menyesal? sehebat apapun rasa bersalah kita tutupi dengan kecanggihan alasan, ia hanya membiarkan sang waktu menunda penyesalan yang ujungnya terlambat. jadi, kalau saat ini kita merasa hidup terasa hampa,sepi, selamat........anda telah tiba di ujung jalan yang bernama kelembutan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar