Jumat, 22 April 2016

My home


Saya baru sadar bila memiliki "dua rumah" yang berdampingan, ini rumah pertama saya belajar nge-blog namun terlupa ketika ada blog baru agak terkesampingkan. Kalau tidak mengetik kata "jalan sunyi" di google mungkin "rumah" ini tidak akan ketemu. Surprise karena akhirnya menuntun kesini setelah 4 tahun saya tinggalkan, masih tetap asri masih suka dengan tagline nya, hati ini seperti dilempar waktu ke masa lalu. Namun apapun itu saya hanya bisa bersyukur karena cerminan alias jejak langkah yang saya buat masih bisa menapak hingga kini, jadi dengan rendah hati saya begitu bersyukur bertemu banyak guru di kehidupan saya, dengan kerendahan hati mereka memberikan cahaya cinta sehingga alur hidup saya menjadi lebih terarah. Terarah bukan berarti jalannya lempeng, namun naik turun,tapi tetap tanpa berprasangka bahwa itu yang membawa saya kesini hari ini.

Selamat datang dirumah pertama saya, jalan sunyi,tempat dimana seluruh aktifitas hidup yang saya jalani menjadi laboratorium untuk mensintesa semua parameter hidup bernama dikotomi dengan cara memeluknya mesra. Tidak harus semua tawa memang bahkan kebanyakan berupa air mata. Namun begitulah hidup memang harus dijalani bukan dipelajari.

Tidak ada komentar: