Andai hari ini kita sedang mengalami perasaan sedih, mungkinkah kita bisa bergembira? apapun penyebab kesedihan yang terkadang bersamaan dengan kepedihan, selalu saja menguras energi kita untuk meratapinya. Air mata seolah enggan berhenti membasahi wajah seperti ia hendak mengalir melarutkan kesedihan itu. Apapun problema yang kita hadapi sekarang, kita berharap untuk berlalu secepatnya. Kalau boleh memilih, kita enggan bertemu dengan mahluk bernama kesedihan. Kalau bisa dihindari. Namun sebagaimana kenyataan hidup, sedih-senang selalu datang silih berganti. Sat senang kita merayakannya, saat sedih kita meratapinya.
Adakah kesedihan yang menggembirakan? agak mustahil memang ada kesedihan yang mengembirakan. Namun seperti senang dan sedih yang berkaitan dengan persepsi pikiran, mungkinkah kesedihan dipersepsikan dengan kegembiraan. Kalau kita sering berjalan ke dalam, jalan-jalan sunyi yang kita lewati, kita akan menemukan kalau dibalik kesedihan, kepedihan, bukan hal yang kebetulan terjadi,ada makna dibalik itu. Ketika kita sampai pada pemahaman kalau kesedihan yang kita alami adalah jalan kita untuk 'naik kelas', melatih 'otot' batin kita agar senantiasa kuat, maka setiap kesedihan yang telah, sedang, akan kita jalani seyakinnya ada 'hadiah' dariNya untuk kita. Hadiah itu diberikan ketika kita 'lulus'. Tidak ada yang tidak senang ketika menerima hadiah apalagi itu diberikan oleh Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kuncinya mungkin kesabaran ketika kita sedang mengalaminya. Jadi dibalik kesedihan yang kita alami, telah menunggu hadiah dariNya asal kita sabar melewatinya. Bukankah dengan demikian, setiap kesedihan yang dialami ada kegembiraan disana. Jangan-jangan kesedihan adalah bagian permukaan mahluk bernama kegembiraan. Indah bukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar