Senin, 03 Agustus 2009

Demi Masa

Berapakah usia anda sekarang?pencapaian apa yang telah anda raih dan mungkin teramat membanggakan sehingga menjadi torehan sejarah dalam kehidupan anda. Kehidupan kita, amatlah dipengaruhi oleh dimensi bernama waktu. Prestasi tertinggi yang mungkin telah kita raih kadang masih teramat menakjubkan bagi kita sendiri, karena seolah ada hal di luar kesadaran kita yang berperan mewujudkannya.


Disadari atau tidak, waktu yang diberikan oleh Tuhan untuk membuat prestasi dalam kehidupan teramat pendek. Dalam ritme hari yang kita bagi dalam 24 jam, 8 jam diantaranya kita gunakan untuk istirahat, tidur, 8 jam lainnya untuk aktifitas kerja, sisanya untuk hal diluar itu. Artinya kalau efektifitas berkarya kita semisal hanya 8 jam/hari namun kita mencapai raihan yang menakjubkan, lantas apa yang dilakukan oleh kita selama ini dengan prestasi yang biasa saja, toh jatah waktunya sama.


Waktu telah menjadi tolak ukur kehidupan tidak saja menyangkut rutinitas sehari-hari, namun telah sedemikian jauh melampaui dimensi waktu sendiri. Allah telah mengingatkan kita dengan sebuah ayat "demi masa" pengingat ini mau tidak mau harus kita pahami kalau jatah yang diberikan amatlah singkat dan harus kita kelola sebaiknya. Untuk apa? untuk sebuah kebaikan pada sesama, lingkungan, habitat dan ujungnya pada Beliau. Sebab bukankah itu yang kita teken sebelum kita masuk ke dunia.


Saat kita kecil kehidupan kita adalah bermain, namun banyak diantara sahabat kita meskipun usia sudah tua masih saja bermain-main dengan kehidupan. Berapa banyak dari kita yang teramat menyesal dengan ucapan "seandainya dulu...." atau "mungkin kalau aku boleh kembali jadi muda aku akan....."Banyak dari kita yang tanpa terasa mengabaikan waktu hanya untuk asyik bermain dengan dunianya sendiri. Ada permainan mencari materi sebanyak-banyaknya tanpa tahu hendak diapakan, karena keasyikannya justru dari memperolehnya, bukan menggunakannya. Ada yang asyik bermain dengan kekuasaan tanpa mau berbagi dengan yang lain sehingga tidak tahu kalau hal itu bisa membuat kesengsaraan banyak orang.


Tujuan Tuhan memberi waktu dalam hidup kita adalah agar kita tidak terlena dengan kehidupan dan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk membangun infrastrukur ruhani sebagai bekal sebuah perjalanan panjang. Hakikat waktu itu sendiri tidak terbatas, namun jatah yang diberikan amatlah terbatas, maka teramat indah kalau digunakan untuk memberi manfaat bagi sesama terlepas kita di kagumi oleh sesama atau tidak.


Hari ini kita mungkin telah lewatkan waktu untuk bermain-main dengan kehidupan, mungkin kita tertawa atas kesenangan ini, namun percayalah saat permainan ini habis, justru kehidupan yang akan menertawakan keabsurdan persepsi kita. Jadi mumpung belum terlambat, dengan sisa yang ada manfaatkan waktu kita untuk sebuah bangunan yang bernama kebaikan. Seyakinnya Tuhan pasti akan tersenyum karenanya. Terasa indah bukan!

Tidak ada komentar: