Minggu, 30 Agustus 2009

Berjarak dengan Kehidupan

Hari ini kita sudah sedemikian jauh berjalan dalam kehidupan untuk meraih mimpi-mimpi. Entah sudah berapa kali tertatih untuk mewujudkannya, ada rasa gamang dan energi seperti habis sebelum tujuan itu menjadi nyata. Mungkin dalam renungan di sudut waktu kita merasa apa yang dicapai belumlah memuaskan. Kadang merasa lelah untuk melanjutkannya, ingin berjarak sebentar dengan kehidupan agar sempat benafas sebelum melangkah. Berjarak dengan kehidupan?
Bukankah kehidupan sebenarnya untuk memuliakan , lantas kenapa harus berjarak dengannya ? Kehidupan yang manakah kita harus berjarak? Keindahan hidup sebenarnya bukanlah pencapaian pribadi kita dalam level apapun, keindahannya muncul tatkala kehidupan menggunakan kapasitas pribadi kita untuk memberikan warna kebaikan pada "dunia". Kapasitas pribadi yang indah memungkinkan hidup menggunakannya untuk mencapai mimpi-mimpi kita, mimpi sahabat-sahabat kita, bahkan merubah komunitas, habitat, ekosistem apapun namanya dimana kita mengabdikan diri ini dengan satu tujuan sebuah kehidupan yang baik dan membaikkan.
Kehidupan seperti sebuah mobil besar yang mengijinkan kita membawa mereka untuk menuju satu tujuan yaitu kebahagiaan dan kesejatian. Ketika menjadi sebuah pribadi yang indah, kehidupan seolah mengijinkan kita untuk menjadi "driver" yang membawa mobil besar itu menuju tujuan hidup. Fokusnya hanya pada langkah, jalan, guncangan, rintangan atau apapun namanya agar sampai pada tujuan itu. Kadang rehat sejenak untuk menikmati pemandangan dari sebuah perjalanan dunia, kadang terlalu fokus pada keindahan di perjalanan, bukan pada arahnya. Kadang terlampau rewel dengan "mobil" yang terlampau lambat atau terkagum-kagum dengan kemewahan "mobil" yang membawa kita, sehingga alpa kalau hidup adalah perjalanan menuju satu tempat, tidak berputar-putar tanpa arah dan salah arah.
Masing-masing pribadi kita menginginkan mengendarai mobil yang mewah dan cepat untuk segera sampai. Namun apa daya kehidupan yang penuh warna mengijinkan pilihan yang tidak bisa ditolak, sehingga apapun yang di kendarai tidak ada jaminan yang bagus dan mewah bisa sampai duluan.
Berjarak dengan kehidupan, bukan berarti mematikan mimpi-mimpi untuk mencapai hidup yang indah dan baik, ia hanya sebuah alarm agar kita tidak terlalu fokus dengan "mobil" yang dikendarai, dengan keindahan perjalanan, dan fokus pada tujuan. Sebab banyak sahabat kita terlalu mengagumi kendarannya, hingga akhir hayat, seolah ini tujuan kehidupan, namun faktanya ia tidak segera sampai. Dengan mengurangi kekaguman itu, menjaga jarak agar tetap pada tujuan awal. Bagaimana caranya? dengan tersenyum saat menerima kesedihan, dengan syukur saat menerima anugerah. Apakah hidup akan terasa tawar saat menerima kebahagiaan datar-datar saja, atau tersenyum kala kepedihan menyapa. Tidak ada salahnya untuk dicoba, karena saat masuk didalamnya, ada keindahan disana. Itulah yang sedang kita laksanakan hari ini, puasa yang tidak sekedar berjarak dengan materi, namun dengan keinginan. Saat kita bisa menyelam didalamnya, kehidupan akan tersenyum , dan itu terlalu cukup untuk kita
. Semoga

Tidak ada komentar: