
Pernahkah kita dalam suatu waktu seperti menemukan jalan kehidupan yang penuh kedamaian dan hati merasa penuh dengan ketentraman. Atau di lain waktu merasa hari-hari penuh dengan kepedihan seolah ini akan berjalan selama mungkin. Kita pernah tersentuh dengan hal yang sepele sekalipun, seperti trenyuh ketika melihat kekuranagn pada orang lain sehingga untuk mencari sesuap nasi untuk hari ini harus berjuang sedemikian kerasnya. Atau lain kali kita merasa jengkel dengan keterlambatan kita dalam mencapai sesuatu sehingga orang lainlah yang memperolehnya. Pernahkah coba direnungkan, apa makna dibalik semua kejadian itu. Sebuah kebetulan, atau ada skenario yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga kita harus melaluinya dengan tawa dan air mata. Dimanakah Tuhan yang kita harapkan dalam setiap doa untuk meringankan beban kita ?
Pernahkah kita merenungi akan kemana kehidupan dibawa ketika melihat “ketidak adilan” pada diri kita? Apakah keburukan yang ditimpakan pada kita oleh orang lain, oleh system yang tidak kita mengerti atau ketidak pantasan yang diberlakukan pada kita akan mendapat balasannya. Pernahkah setidaknya kita kehabisan energi berlomba dengan yang lain saat mencari nafkah sehingga mencoba mencari jalan pintas, hal yang tidak pantas dilakukan dan ketika malam tiba kita mencoba menghibur diri kalau ketidak pantasan ini toh dilakukan juga oleh orang lain, jadi kenapa kita merasa harus menyalahkan diri. Bertubi-tubi nurani menanyakan hal ini dan sekuat mungkin kita coba menemukan alasannya. Kita bertarung dengan diri sendiri untuk suatu hal yang tidak bisa kita penuhi secara utuh. Kita sering menghakimi diri sendiri atas ketidak mampuan untuk bersaing dengan orang lain saat mengejar materi, namun tidak pernah mensyukuri atas kesehatan dan tawa, senyum anak dan istri yang menyambut saat kita pulang.
Laku apakah yang sedang kita jalani ketika melihat kegembiraan dan kepedihan datang silih berganti seperti siklus siang malam? Pernahkah kita merenunginya untuk membasuh batin, hati dan nurani kita seraya bertanya inti dari kehidupan apa yang sedang ditunjukkan pada kita. Perjalanan kehidupan yang manakah yang sedang ditunjukkan Tuhan pada kita? Mengapa kita harus melalui berbagai macam tawa dan kepedihan melewati liku hidup, kalau akhirnya hendak bertemu Beliau. Skenario apa yang hendak dititahkan Beliau pada kita untuk menjalaninya? Bertubi-tubi pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran akan membuka pada sebuah alternatif jawaban. Tempaan musibah telah membukakan mata hati kita kalau apa yang kita lakukan di dunia ini adalah perjalanan menuju padaNya. Perjalanan spiritual yang entah kita tahu atau tidak, terpaksa atau tidak, pasti akan menuju padaNya.
Jadi, apapun yang akan dilakukan esok, yang telah dilakukan tadi, entah itu membawa kebaikan bagi diri dan orang lain, atau membawa kerugian semuanya akan memberi sebuah sebab akibat yang anehnya selalu dibawa pada pemahaman kalau semua itu mengarah padaNya. Hari ini mungkin kita belum bisa melakukan apa yang telah dititahkanNya dalam hal sekecil yng terkadang sepele seperti memelihara kebersihan diri, memelihara tubuh, panca indera untuk dipakai sesuai fungsinya, namun karena godaan kita pakai untuk hal lain, cepat atau lambat Beliau akan mengembalikan pada track yang benar. Hari ini, mungkin kita agak menyimpang saat mencari nafkah dengan menafikan teman, sahabat kita, dan kita seolah jadi pemenangnya, cepat atau lambat Tuhan kan memberi petunjuk pada kita untuk kembali pada track yang benar. Kalau kembali dengn penuh kesadaran, maka ini sebuah jalan mudah, kalau kita dipaksa untuk kembali karena ego kita menolaknya, maka kita kembali penuh dengan rasa sakit luar biasa. Pernah mengalami musibah beruntun? Apakah pernah introspeksi kalau ini cara alam untuk mengembalikan kita, melembutkan hati kita supaya kembali mengingatNya, kembali pada kesadaran kalau apapun yang ada di dunia ini adalah milikNya, kita hanya punya hak pakai saja. Jadi, lantas apa dengan bertumpuknya harta, materi yang kita peroleh dengan kerja keras diklai sebagai milik kita. Semuanya adalah hak yang Beliau berikan untuk kita dan dipilihNya kita untuk mengelola, mendistribusikan pada sesame dengan harapan ini akan memberikan kebaikan dan memberikan pemahaman kalau ini semua dilakukan dalamkerangka mengerti akan KuasaNya. Kalau tidak, Beliau akan mencabut hak ini dan akan diberikan pada yang lainnya.
Bukankah harta kita cuma ada 3 hal, 1. Apa yang kita makan sampai jadi ampas(makanan,minuman), 2.Apa yang kita pakai sampai lapuk(baju, rumah, mobil) 3. Apa yang kita sedekahkan dan kita amalkan (ilmu, zakat, infaq, sodaqoh). Lantas apa hubungannya dengan perjalanan spiritual kita di dunia ini? Kembali pada visi dan misi manusia di dunia ini adalah membuat dunia dan seisinya tempat yang aman dan tenteram penuh cinta baik sesama insan, alam, hewan dsb. Dan tugas kita adalah mengatur semuanya agar terjadi harmoni. Tugas kita sebagai manusia agar apa yang ada di dunia ini berjalan sesuai tuntunanNya sehingga menjadikan dunia adalah tempat berkarya, pengabdian yang penuh ketulusan sebelum dipanggil menghadap olehNya.
Perjalanan menuju sebuah kehidupan kekal adalah perjalanan yang teramat indah untuk tidak dilewatkan. Jadi andai kita hari ini bersusah payah karena kehidupan seperti berpaling. Hal yang terbaik adalah mengadu padaNya. Karena pada batas tertentu perjalanan kita, ada kuasa Beliau untuk segera menuntaskanNya Perjalanan spiritual tidak saja semata-mata selalu terkoneksi denganNya, namun juga selalu menjadikan hubungan kita di dunia adalah wujud pengabdian padaNya. Ketika hal ini menjadi tolok ukur langkah kita, apapun yang dilakukan ada jejak kuasa Beliau disana. Inilah makna perjalanan itu, jadi apapun kegelisahan kita hari ini karena mungkin energi kita habis mengejar harta, ketakutan kita untuk tidak bisa hidup selayaknya, atau kecemasan kita menatap masa depan yang masih kabur adanya. Biarkan kegelisahan, ketakutan, kecemasan itu lenyap dalam genggamanNya. Biarkan semua mengalir dan cahayaNya kasih sayangNya ada menghangatkan kita. Bukankah hal yang demikian lebih menentramkan.
0 0 0 0 -Spiritual Journey
Malang,080609
Tidak ada komentar:
Posting Komentar