Sebuah renungan
Siklus sebuah kehidupan selalu bertumpu pada sebuah dimensi yang disebut dengan “waktu”. Ia bergerak dengan membawa masa lalu menuju masa depan dengan berpijak pada masa kini. Dengan masa lalu ia menjadi sebuah ingatan yang kerap kita sebut dengan memori, dengan masa depan ia menjadi tumpuan yang disebut dengan harapan. Lantas dimanakah masa kini berada? Apakah ada diantara masa lalu dan masa depan? Ataukah ia hadir dengan kejujuran pada situasi yang disebut masa lalu dan masa depan. Atau masa lalu dan depan sebenarnya khayalan yang tercipta pada pikiran manusia yang sebenarnya tidak nyata pada tingkat realitas hidup sehari-hari. Sebab bukankah apa yang disebut dengan masa lalu, sebenarnya masa kini yang telah terlewati dan masa depan adalah masa kini yang belum terlalui. Lantas apa bedanya masa lalu, masa depan kalau hakikatnya adalah masa kini.
Pada tingkatan tertentu, yang disebut dengan waktu adalah masa kini, ia hadir dalam realita kehidupan kita sehari-hari. Hanya ego manusialah yang menciptakan pikiran bahwa waktu adalah masa lalu dan masa depan, sedangkan masa kini menjadi nisbi/relative, sehingga dalam jangka tertentu manusia mengalami masalah “kebingungan waktu”/ time confuse. Bukankah banyak disekitar kita contoh-contoh orang yang badannya hadir saat sekarang namun pikirannya ada di masa lalu atau masa depan. Saat pikiran dan badan tidak menjadi sinkron, tidak utuh, ia mengalami semacam ketidak nyamanan atas kehadiran. Orang yang selalu hadir dengan pikiran masa lalu, menjadi orang yang selalu mengeluh , menyesali keadaan, menjadi pengkritik yang andal. Sedangkan orang yang pikirannya hadir di masa depan menjadi orang yang pencemas, kadang possesif, dan dua-duanya tidak pernah bisa bersyukur atas kelimpahan yang tersedia pada hari ini.
Split body and mind, menjadikan hidup lebih banyak diisi dengan lamunan dan penyesalan. Ketidak sinkronan antara tubuh yang hadir di masa kini dan pikiran yang berkhayal di masa depan dan masa lalu menjadi penyebab datangnya penderitaan pada manusia . Ia menjadi budak atas pikiran yang terlalu dipaksakan sehingga kadang ia luput untuk menangkap datangnya keberuntungan yang anehnya selalu hadir pada masa kini, karena orang yang pikirannya mengalami time confuse, ia menjadi tidak waspada, sering mengalami mind illness, merasa dirinya sakit, padahal diakibatkan oleh daya khayal pikirannya.
Menjadi sebuah korelasi kalau kesuksesan adalah milik orang yang optimis, ikhlas dan berserah diri, karena merekalah orang yang paling jujur, orang yang selalu hadir baik pikiran dan tubuhnya di masa kini sehingga tingkat kepekaan dan kewaspadaan mereka cukup tinggi sehingga segala sesuatu yang dikerjakan saat sekarang dijadikan sebuah moment untuk sebuah kesempatan yang akan membawa mereka menuju tempat yang tinggi. Bukankah kesuksesan hanya bisa dicapai oleh orang yang pola kerjanya bertumpu pada fokus masa kini, hal yang tidak mungkin dikerjakan oleh orang yang fokusnya justru di masa lalu.Kehadiran dan keberadaan pada masa kini menjadikan orientasi kerja adalah sesuatu yang teramat dinantikan, karena saat itu dikerjakan rasa kekuatiran, cemas, takut akan bayangan kegagalan menjadi hilang ketika keyakinan berubah menjadi sebuah keberanian dan keberanian menjadi energi pendorong untuk mencapai keberhasilan dengan konsentrasi penuh . Segala sesuatu yang dikerjakan dengan energi yang kuat, bukankah bisa membuka pintu kemudahan yang ujungnya adalah keberhasilan.
Sebuah keberhasilan sering datang menjenguk saat kita berkonsentrasi penuh pada masa kini, bukan masa lalu dan masa depan yang bersifat khayalan. Bukankah kesuksesan, keberhasilan adalah sebuah realitas yang bisa dirasakan, ia tidak mungkin bersemayam pada bilik-bilik khayalan karena itu tidak memungkinkan sebab realita dan khayal adalah hal yang sangat berbeda, seperti halnya antara kebaikan dan keburukan.
Akhirnya, masa kini adalah kehidupan yang sebenarnya, karena didalamnya sudah tersedia apa yang sering di dambakan oleh manusia. Kalau sekarang kita belum merasakan hal yang sama, jangan-jangan kita masih terbelenggu oleh kehidupan masa lalu dan angan masa depan kita, hanya tubuh kita yang ada pada masa kini.
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 111108
“Time Confuse”
Tuban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar